Sabtu, 26 Juni 2010

Sus Kering...Kriuk... Kriuk...

Hari Sabtu Pagi yang ceriaa.... Suami pergi oprod ke puncak dengan sepeda kesayangannya itu (monyong-monyong). HIks.. tapi gak papa deh, saatnya berkreasi..

setelah dicek tyt cuma punya 2 butir telur padahal kalo liat resep sus kering tuh rata2 pake 3 telur... hmm, kalo gitu semua bahan yang diresep dikaliin aja ma 2/3 lalu dibulatkan ke atas.. hehehehe,

ini bahan-bahan yang diperlukan :

70 gram margarin (resep asli 100 gram)
140 ml air (resep asli 200 ml)
garam secukupnya.. begitupun gula pasir

70 gram tepung terigu protein tinggi (resep asli 100 gram)
baking powder secukupnya

2 butir telur (resep asli 3 butir)

Cara bikin nih
1. Rebus air, margarine, garam an gula sampai mendidih. Matikan api, dan masukkan tepung dan baking powder. Aduk sampai kalis dan tunggu sampai uap panas habis.
2. Masukkan telur satu persatu pada adonan. Aduk sampai tercampur rata.
3. Masukkan adonan ke plastik segitiga dan cetak pada loyang yang sudah dioles margarin.(sebenarnya pengen cetak bintang, tapi pas dipanggang jadinya bulet juga..hehehhe, harus banyak latihan.
4. Panggang dengan suhu tinggi selama 20 menit (jaga biar ngga gosong). Keluarkan dan dingikan, jika belum benar-benar kres panggang lagi dengan suhu rendah sampai semua sus "kres".
5. Udah deh selese. Tunggu dingin baru ditoplesin.

Senin, 21 Juni 2010

Resep Krimcis Gadungan

Ini nih resep krimcis gadungan yang aku pake buat gantiin cream cheese beneran pas buat  Japanese Cheese Cake edisi perdana. resepnya jeung Shirley.... nyontek ya, jeung.

KRIMCIS GADUNGAN
ditulis oleh : Shirley

Bahan:
3 bagian Susu UHT cair, plain (misal: 130 ml)
1 bagian Butter, unsalted (misal: 40 gram)
3 bagian Keju cheddar sesuai selera (misal: 125 gram)

Cara Membuat :
1) Parut keju cheddar hingga lembut
2) Masukkan keju parut, susu, butter ke dalam wadah tahan panas
3) Isi dandang dengan air panas. Tim adonan keju selama 5-7 menit. Matikan api. Diamkan selama 5 menit di dalam dandang. Angkat dan aduk.
4) Krimcis gadungan siap digunakan.

Catatan: resep di atas akan menghasilkan ± 300 gram krimcis. Jika ukurannya berbeda, bagi jumlah cheese cream yang diminta resep dengan 7, lalu kalikan dengan 3 : 1 : 3 (susu : butter : keju cheddar).

Japanese Cheese Cake

Bismillah... mau nyobain bikin Japanese Cheese Cake lagi, kali ini buat perpisahan ma guru ngajiku tersayang. Temen-temen juga dah janji mo bawa makanan kreasi masing-masing. Sebenarnya bikin JCC kali ini juga masih untung-untungan. Manggangnya ribet, Saudara!  Sebelum cerita lebih lanjut, ini dia resep JCC kali ini :

Campur dan ayak :
60g tepung protein rendah (kunci)
20g tepung maizena

Bahan :
250g cream cheese merk Yummy
50g butter
100ml fresh milk/ fresh cream
6 kuning telur
1 sdm air jeruk lemon
1 sdm kulit jeruk lemon parut
¼ sdt garam
6 putih telur
140g gula kastor (gula pasir halus)

Olesan :
1 sdm selai Apricot dan 1 sdm air dipanaskan.

Cara membuat :
1. campur cream cheese, cream/ milk dan butter dgn cara ditim, dinginkan
2. masukan tepung aduk rata, kemudian tambahkan kuning telur dan air lemon (lemon juice dan kulit jeruk).
4. kocok putih telur hingga berbuih, tambahkan gula dan kocok hingga soft peak.
5. campur 1/3 putih telur ke dalam adonan campuran kuning telur dan cream cheese, aduk rata.
6. masukan campuran tadi ke dalam adonan sisa putih telur aduk rata.
7. tuang ke dalam cetakan dari aluminium foil…soalnya harus didobel dengan cetakan buat ngetim..(ngeles karena nggak punya cetakan.
8. panggang dengan cara tim (au bain marie) dengan suhu rendah kurleb 160 derajat celcius. selama 1 jam -1 ½ jam sampai matang (lakukan tes tusuk). (btw, ovenku kok Cuma sampe 130…ckckckck…)

Dan berikut cerita kegugupan saya saat membuatnya… hahahha
Pas nulis ini nih, sebenarnya saya lagi streesssss….soalnya manggang 2 cetakan sekaligus, di atas dan di bawah. Maksud hati ingin mempersingkat waktu, apa daya..cetakan di atas gosong, saudara! Nih stress karena nyium bau gosongnya. Deg-degan banget.
Hiks…

Nah lho, ada lagi ni yang bikin puyeng… cream cheese yang aku gunakan yummy cream cheese light, dan ternyata CCL itu lebih encer dari krimcis gadunganku dulu… lalu, kenapa pula aku pake resep yang lebih sedikit tepungnya…he he he he, setelah search google, kalo mo pake CCL yummy harus dibanyakin total tepungnya..
Jadi pengen nangis…..
Huaaaaaaaa........
Tapi GPP…belajar kan melakukan sesuatu yang sama dengan cara yang berbeda..apapun hasilnya semoga bisa menjadi pelajaran.

hehehehe.. ini foto cake gosong.. hmmm, krispi-krispi pahit gimana gitu lho..

Minggu, 20 Juni 2010

Ayam Cabe Ijo

Alhamdulillah... Mood masak balik lg.. Hihihi. Ini dia resepnya..

6 potong ayam (potong lho.. Bukan ekor)
2 tomat

Bumbu ulek kasar:
20 lebih cabe ijo besar
7 siung bawang merah
Garam
Gula

Begini ni bikinnya
1. Goreng ayam setengah matang. tapi matengin dalemnya...luarnya yang agak2 krispi gitu...
2. Tumis bumbu ulek kasar. Masukkan ayam. Masak sampe bumbu meresap. Dan masukkan tomat.
3. Makaaaaan!!!

Cihuiyyy...

Minggu, 23 Mei 2010

Memulai........

Memulai sesuatu. Apapun itu, pastinya membutuhkan niat yang kuat. Bagi saya apalagi. Karena saya tipe yang susah sekali untuk istiqomah menjalankan sesuatu. Ketika saya mulai bosan, maka saya akan kembali pada niat awal saya, mengapa saya harus tetap menjalani ini dan itu. Beberapa kali kejadian, seperti beberapa bulan kemaren. Beberapa teman bus jemputan  mengajak saya fitness di dekat rumah. Saya pun ikut, tapi motivasinya karena ada teman2… alhasil ketika suatu hari saya hanya menemukan saya sendiri di sana tanpa kehadiran satu pun gerombolan bus jemputan (dasar…..), saya pun lantas ngambek dan nggak mau lagi..hehehehe. Itu hanya salah satu contoh lho, masih banyak yang lain. Dan suami saya sangat hafal itu. Dan karena itu pula izin kursus menjahit ditolak mentah-mentah…hehehhhe


Saat ini, ada dua hal yang masih saya jaga keistiqomahannya…salah satunya adalah belajar membuat kue. Karena ada makna jangka panjang di dalamnya. Makna kemandirian financial…. Sapa coba yang mau digaji terus, saya maunya menggaji orang. Hehehhehe. Tapi, melakukan ini sungguh tidak gampang. Saat memulai pun banyak sekali gamangnya…kegagalan didepan mata. Tapi kalau tidak dimulai, saya hanya akan seperti pemipi yag tidak pernah berusaha mewujudkan mimpinya.  Dan saat memulai pun harus mempertimbangkan bahwa tidak semua yang kita rencanakan akan mulus begitu saja.
Saat pertama kali membuat sus, itu keringat bisa kali buat mandi..busyeet banyak banget. Dikit-dikit liat open….dan hasilnya….sus nya melempem
Saat pertama kali bikin kroket……mleyot
Saat pertama kali bikin kue unyil…..jadinya segedhe bagong….kata temen …ini mah harusnya dinamai kue giant.
Saat pertama kali bikin JCC… loyangnya bocor, ganti loyangnya itu lho yang beneran bikin panik(ih, kalo inget masih kerasa deg-degan)…trus yang kedua gosong..hahahhaaha
Saat pertama kali bikin pizza dengan adonan sus…..dibilang bakwan italia….hmm, cuma ditambahin wortel doang sih
Saat pertama kali bikin cup cake kukus…. Ni kue bantet ya, Bu?? (ooh, tega nian)
Saat pertama kali bikin muffin…..muffinnya pendek dan kecil…. Dan bulik berkata, “ini kue cubit ya, nok”…….dueng, shooock


Dan untuk sayur dan lauk dah nggak keitung tingkat kegagalannya, kalau kalian belum pernah ngerasain sayur asem yang rasanya sepet…silakan mampir ke rumah
Setelah sekian banyak hinaan (untuk memperhalus cacian dan makian), apa saya akan bertahan? YA, tentu saja 
Orang pintar memulai sesuatu dengan berpikir, dan orang bodoh memulainya begitu saja. Jadilah saya orang bodoh yang memulainya begitu saja, ketika ada kesalahan di tengah jalan, maka bisa kita perbaiki sambil jalan. Soalnya kalo saya pikir terus-terusan..kayaknya nggak bakal jalan.
heehehehehhehe….

Kamis, 20 Mei 2010

WANITA HEBAT

Seorang balita berumur 2 tahun dikabarkan menderita penyakit kronis.  Dokter yang menanganinya memberitahu ibu sang anak tentang penyakit yang diderita anaknya dan kecilnya peluang untuk menyembuhkan anak tersebut. Ketika mendengar berita tersebut, sang Ibu mengucap “Alhamdulillah”. Dokter itu terkejut dengan jawaban ibu tersebut, namun urung menanyakannya. 

Hingga suatu ketika, kondisi anak tersebut menjadi sangat buruk, koma. Setelah memeriksanya, dokter mengabarkan kepada ibu si anak bahwa kondisi  anaknya  sudah sampai pada taraf yang tidak bisa dia tangani dan kepergian sang anak tinggal menunggu waktu saja. Ibu pun sedih mendengarnya, dan dia mengucapkan “Alhamdulillah”. Dokter pun terkejut mendengarnya, kenapa sang ibu mengucapkan kata syukur lagi.
Beberapa bulan berselang, anak itu tetap tak sadarkan diri. Hingga suatu ketika, tiba-tiba anak tersebut tersadar dari tidur panjangnya. Dokter langsung memeriksa keadaannya, dan setelah dilakukan beberapa tes kesehatan, dokter menyatakan anak tersebut sehat…..tanpa bekas penyakit sedikitpun. Anak tersebut sadar seperti tak pernah menderita penyakit apapun. Sebuah keajaiban…
Beberapa waktu setelahnya, sang anak pun bisa tumbuh berkembang sebagaimana layaknya anak seumurannya.
Suatu ketika terbersit keinginan sang ibu untuk mengajak keluarganya bersilaturahim ke tempat dokter yang dulu merawat anaknya. Saat bertemu dengan keluarga tersebut, dokter pun mengungkapkan kekagumannya dengan kondisi sang anak yang telah diprediksi tidak dapat disembuhkan. Dokter pun akhirnya mengungkapkan keheranannya kepada ayah sang anak terhadap ucapan “Alhamdulillah” yang senantiasa di lafadzkan sang ibu saat kondisi anaknya justru bertambah buruk.  Ayah pun menjawab, “Istri saya selalu berprasangka baik kepada Allah”, lalu sang ayah melanjutkan, “ Anak kami ini adalah anak yang kami dapatkan setelah tujuh belas tahun pernikahan, dan dalam sembilan belas tahun pernikahan itu, saya tidak pernah melihat istri saya melewatkan sepertiga malam terakhirnya kecuali dengan sholat tahajud”.
(diceritakan kembali dengan versi seingat saya).

Subhanallah…merinding dengernya saat itu dari cerita MR. Berprasangka baik kepada Allah bukankah seharusnya menjadi keharusan? Namun, betapa suliiiit sekali melakukannya. Masya Allah… Bukankah Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya?? Lalu mengapa kita sering, terlalu sering malah menduga-duga hal yang buruk, berpikir betapa tidak adilnya kehidupan, kenapa si A kaya dan kenapa si B miskin, kenapa dia cantik dan kita jelek, kenapa dia berkedudukan lebih tinggi, kenapa..kenapa..dan kenapa. Bukankah sebenarnya dunia ini bukan masalah adil atau tidak adil, tapi soal betapa bebalnya kita melihat keadilan yang sebenarnya bukan? keadilan hakiki menurut ALLAH

Rabu, 19 Mei 2010

SAAT MARAH

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:EMHRL0S9ZWThNM:http://i380.photobucket.com/albums/oo242/hendla/marah1.jpg
Saat marah, apa yang seringkali kita lakukan? Ini beberapa hal yang dilakukan seseorang saat marah (www.femina-online.com)..
*ngoceh terus sampe dengan kata2 bikin sakit ati dengarnya, sudah itu lega. masa bodoh orang jd benci yang penting lega hati
*saya menangis dengan emosi, bahkan saking emosinya saya bisa tanpa berhenti adu argumen dengan lawan saya! pokoknya, begitu keluar selama beberpa menit eh,, tiba2 emosi saya stabil lagi dan sayangnya muka saya pasti akan menua beberapa tahun karena tarikan raut wjah yang begitu emosi, haha..
*Pernah menggunting baju mama. Beberapa tahun belakangan ini aku lagi latihan bersabar dan gak marah-marah.

Senin, 17 Mei 2010

Itu yang terbaik untuk Kita

Akhirnya sampai pada kata yang menakutkan. Takut mengucapkan. Tapi merasa harus diucapkan karena pertahanan diri sudah melemah. Baru 2 tahun...baru 2 tahun, tapi betapa ini terasa sangatlah lama, ya Allah. Sungguh, hambapun tak ingin mengeluh. Karena mengeluh akan semakin menambah deretan dosa yang sudah menggunung.

Dan sampai pertahanan yang semakin menipis malam itu, akhirnya aku ucapkan sebuah kalimat tanya kepadanya, suamiku. "Bagaimana jika (Astaghfirullah) kita tidak mendapat amanah-Nya?" kegalauan mendekat dengan cepat. Takut mendengar jawaban. Kalau-kalau dia akan menjawab.... berlintasan semakin cepat angan-angan jahil tentang jawabannya, bagaimanakah jika jawabannya.....bagaimanakah jika...

Dalam kegalauan kudengar suaranya menjawab, "Berarti itu yang terbaik untuk kita".

hikss...
Huaaaaaaaaa......

Alhamdulillah... akan kuteguhkan, akan kukuatkan. Sabarkanlah kami, Lapangkanlah dada kami, ya Allah... Insya Allah, telah tertulis di lauh mahfudz

Jumat, 19 Februari 2010

Muffin wilton edisi coklat dan keju

Setelah ngiler ngeliat temen kantor makan muffin, jadi pengen tau cara bikinnya. Akhirnya aku memutuskan untuk diskusi dengan om google untuk memilih resep muffin paling ngileri. hehehehhe, dan yang terpilih muffin wilton (gambar yang di google waktu itu kayak gunung..mengagumkan lah pokoknya). Hmmm, harusnya nyantumin resep sekalian yak, tapi aku dah lupa nyonteknya dari google sebelah mana. hihihi. cari aja muffin wilton gitu.

Ini dia hasilnya.. coklatnya nyoklat banget, tapi kejunya kurang ngejuu...secara irit. Mungkin laen kali emang harus nurut ma yang punya resep, kalo kejunya dipotong kotak2 kecil aja biar ngejuu...kalo buatanku yang ini, kejunya aku parut, biar iriit..




Ingin menjadi Istri yang berbudi

Alhamdulillah....
setelah sekian lama memendam rasa iri karena ngeliat blog emak2 berbudi yang selalu menampilkan hasil karya mereka, akhirnya hari ini pun aku bisa merintis karir mengikuti jejak mereka. yah...walaupun dengan tertatih2 dan terseok2 tentunya. Dan inilah awalnya, menjadi istri yang lebih berbudi pekerti untuk suamiku dalam kancah perdapuran. Walaupun konsekuensinya...sangat berat untuk suamiku, hehehhehe. yaiyalah, kau pikir memangnya siapa yang akan jadi tumbal sebagai pencicip kreasi masakanku?? huahahaha ;p(tersenyum licik). Mari kita mulai petualangannya !!!

Sandwich sus dan makaroni schotel

Pagi-pagi tiba-tiba pengen nyoba kedigdayaan otang baru dengan bikin Sus (tadinya mau bikin Pizza sus) dan makaroni schotel. tapi,apalah mau dikata... nyetak sus nya kegedean. yahhh, mana tau ike kalo sus itu bisa ngembang segedhe gaban (namanya juga pemula). Karena gedhe banget gitu akhirnya aku bikin sandwich aja sekalian... hahahha,. Dan berhubung otang baru, aku yang malang ini sangat tidak pede. Dikit2 diliat, dikit2 dibuka...alhasil sus yang tadina ngembang jadi kempis dan tidak menggemuk lagi. hoooo tyt gak boleh dikit2 dibuka. ;p
Ini dia hasilnya...


 

 

 

 
Posted by Picasa